12 Apr

Sekarang, Para Pemain Bintang Ingin Gabung Chelsea

Sekarang, Para Pemain Bintang Ingin Gabung Chelsea

Klaim tersebut dituturkan oleh salah seorang pemain andalan the blues di lini pertahanan, Marcos Alonso. Menurutnya, dengan keberhasilan Chelsea musim ini yang berada di jalur terdekat memenangkan trofi Premier League, para pemain bintang bakal bersedia merapat ke Stamford Bridge di bursa transfer.

Sekarang, Para Pemain Bintang Ingin Gabung Chelsea

Chelsea, pada bursa transfer musim panas kemarin seperti kesulitan mendaratkan pemain-pemain bintang yang mereka inginkan, seiring dengan kegagalan klub mendapatkan tiket ke ajang Liga Champions Eropa. Namun pada kesempatan musim panas mendatang, mereka diyakini bakal didatangi oleh para pemain bintang dari seluruh penjuru dunia.

Sebagaimana diketahui, musim lalu adalah musim yang sulit bagi Chelsea, mereka bahkan sempat berada dekat dengan zona Degradasi, namun beruntung pemecatan jose Mourinho dan penunjukkan Guus Hiddink membuat segala situasinya menjadi semakin baik, klub akhirnya finish di peringkat ke-10. Namun demikian, Chelsea tetap tidak mendapatkan tempat di ajang liga Champions Eropa.

Tapi ceritanya berbeda 180 derajat musim ini, dibawah arahan Antonio Conte, The Blues berada di tempat yang paling dekat dengan trofi Premier League, mereka juga bisa memenangkan trofi Piala FA musim ini. Karenanya, Marcos Alonso beranggapan bahwa para pemain bintang sekarang bakal berebut merapat ke Stamford Bridge.

“Saya kira ada tim hebat di sini. Kami harus berusaha memenangkan semua trofi dengan kualitas yang kami punya, spirit yang kami punya dan cara kami bekerja, inilah tempat yang tepat untuk kami. Setiap pemain ingin bermain di tim besar seperti Chelsea.”

“Tim ini bekerja dengan baik dan jika kami menggabungkan semua kerja keras itu dengan kualitas yang kami punya di sini maka kami akan terus menuju ke arah yang benar.” Ujar Alonso Kepada laman resmi Chelsea.

11 Apr

Hanya Ada Satu Wakil di UCL, Premier League Memalukan !

Hanya Ada Satu Wakil di UCL, Premier League Memalukan !

Kecaman itu dituturkan oleh mantan pemain Liverpool, Luis Garcia, dan menurutnya, selama beberapa tahun terakhir, klub-klub Premier league tidak lagi bisa mendominasi di Eropa. Dia tidak tahu kenapa demikian, tapi yang jelas, eks Spanyol menilai fakta tersebut memalukan.

Hanya Ada Satu Wakil di UCL, Premier League Memalukan !

Wakil-wakil Premier League memang tidak begitu gemilang di pentas Liga Champions dalam beberapa musim terakhir. Pada musim ini, hanya ada Leicester City yang mewakili Premier League di babak perempat final. Hal tersebut dianggap sebuah fakta yang sangat memalukan.

Sebagaimana diketahui, Liga Primer Inggris selama ini dikenal sebagai kompetisi paling ‘menjual’ karena persaingannya yang begitu ketat, bukan hanya dalam perburuan juara, tapi juga perburuan tiket ke ajang lIga champions Eropa.

Namun sayang, fakta itu tak lantas membuat mereka bersinar di ajang Liga champions Eropa. Sejak Chelsea menjuarai kompetisi tersebut di tahun 2012 silam, sampai sekarang, tidak ada klub Premier League yang menjadi juara lagi. Bahkan, musim ini hanya Leicester yang mampu melangkah ke babak perempat final.

Hal inilah yang menjadi perhatian khusus mantan pemain Liverpool, Luis Garcia. Dia menganggap fakta minimnya waktu Premier League di delapan besar Liga Champions Eropa musim ini sebagai suatu hal yang memalukan.

“Sudah bertahun-tahun mereka tidak mampu lagi mendominasi. Ini hal yang memalukan karena tidak ada tim besar Inggris di Liga Champions,”

“Saya tidak bisa melihat ada sebuah alasan yang pasti mengenai hal yang memalukan ini, tapi sepakbola adalah tentang siklus dan saat ini La Liga sedang berada di atas. Sepertinya, pengalaman terkadang menjadi alasan kegagalan mereka di pentas Eropa. Seperti yang kita lihat terjadi pada Manchester City” ucap Garcia kepada Marca.

10 Apr

Mats Hummels Dipastikan Absen Kontra Madrid

Mats Hummels Dipastikan Absen Kontra Madrid

Kepada Bild, bek Internasional Jerman mengkonfirmasi berita tersebut, dan cederanya sendiri datang saat menjalani sesi latihan yang merupakan persiapan Bayern untuk melawan sang juara bertahan tengah pekan nanti. Namun begitu, masih ada solusi lain bagi Ancelotti untuk menyiasati absensi hummels.

Mats Hummels Dipastikan Absen Kontra Madrid

Jelang berlangsungnya partai sengit nan Krusial, Bayern Munchen kehilangan salah seorang pemain andalannya di lini pertahanan, Mats Hummels. Ya, Pemain berusia 29 tahun itu mengalami cedera saat menjalani sesi latihan bersama skuat utama Carlo Ancelotti pada Minggu kemarin (09/04).

Sebagaimana diketahui, Hummels sebenarnya sudah memperlihatkan tanda-tanda tidak fit saat turut bermain dalam laga der klasikers melawan Borussia dortmund di Allianz Arena akhir pekan kemarin. Yang bersangkutan bermain cukup singkat dalam partai tersebut. Namun, dia masih bisa mengikuti sesi latihan tak lama setelah laga yang dimenangkan Bayern dengan skor 4-1 itu.

Hanya saja, kali ini Hummels benar-benar sial, dalam sesi latihan yang digelar bayern sebagai persiapan melawan Los Blancos, sang kapten Jerman justru mengalami cedera engkel. Bahkan, yang bersangkutan harus digotong dengan mobil Golf dari lapangan latihan untuk kemudian diperiksa oleh tim medis.

Tak lama berselang, Hummels sendiri mengkonfirmasi kabar tersebut dan membenarkan juga bahwa dia akan absen dalam laga melawan Real Madrid tengah pekan nanti.

”Saya tidak akan bermain untuk laga tengah pekan nanti (melawan Real Madrid)” Demikian ungkap Hummels sebagaimana dikutip Bild.

Sejauh ini, belum diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan Hummels untuk pulih dari cedera engkelnya, tapi yang jelas, Carlo Ancelotti bakal mengandalkan Javi Martinez dan Jerome Boateng sebagai solusi sementara absensi Hummels.

08 Apr

Neymar Diklaim Sebagai Pemain Terbaik Dunia Tahun Ini

Neymar Diklaim Sebagai Pemain Terbaik Dunia Tahun Ini

Hal tersebut dituturkan oleh salah seorang legenda Brazil, Romario, bahkan dia menganggap bahwa untuk saat ini, sang kapten tim samba jauh lebih baik dibandingkan Messi dan Cristiano Ronaldo. Romario juga percaya bahwa Neymar bakal memenangkan Ballon d’Or tahun ini, karena dia layak untuk itu.

Neymar Diklaim Sebagai Pemain Terbaik Dunia Tahun Ini

Tahun ini sepertinya memang tahun yang sangat bagus bagi penyerang Internasional Brazil dan Barcelona, Neymar Jr, terutama dalam hal performa, bukan statistik. Bahkan, ada beberapa klaim yang menyebut bahwa mantan pemain Santos tersebut adalah pemain terbaik dunia saat ini.

Memang harus diakui, secara statistik, musim ini Neymar bukanlah yang terbaik, bahkan jika dibandingkan dengan rekan setimnya, Messi dan Suarez yang mencatatkan lebih banyak gol. Namun dalam hal performa, justru sebaliknya, neymar mencatatkan performa yang apik, tak hanya di level klub bersama Barcelona, tapi juga di level Internasional bersama dengan Timnas Brazil.

Beberapa waktu lalu dia dianggap sebagai inspirator kemenangan Barcelona atas Paris Saint-Germain lewat torehan dua gol dan satu assist, yang membawa Raksasa catalan melangkah ke babak perempat final Liga champions Eropa. Tak heran jika sanjungan demi sanjungan kemudian diberikan kepada pemain berusia 25 tahun itu.

Yang terbaru datang dari Legenda Brazil, Romario, yang mengklaim bahwa tahun ini, Neymar adalah pemain terbaik dunia, bahkan melebihi kualitas dua pemain terbaik saat ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

“Sekarang ini, Neymar adalah pemain terbesar kami [Brasil]. Dia adalah pemain terbaik di dunia saat ini, tanpa mengesampingkan kehebatan Messi dan Cristiano Ronaldo,”

“Setelah apa yang dilakukannya bersama Barca dan Brasil, kini Neymar tinggal menunggu waktu untuk terpilih menjadi pemain terbaik di dunia. Publik Brasil percaya penuh kepada Neymar, bahwa dia adalah pemain yang akan memberikan kami gelar Piala Dunia Rusia,” Demikian Ujar Romario kepada ESPN.

07 Apr

Belum Teruji di UCL, Juve tetap Selevel Barca-Madrid

Belum Teruji di UCL, Juve tetap Selevel Barca-Madrid

Hal tersebut dituturkan oleh salah seorang eks pelatih Legendaris asal Italia, Marcelo Lippi. Menurutnya, Bianconneri sangat berpeluang untuk memenangkan trofi Liga Champions Eropa musim ini, karena memiliki level yang sama dengan Barcelona dan Real Madrid.

Belum Teruji di UCL, Juve tetap Selevel Barca-Madrid

Juara bertahan Serie A Italia, Juventus, sejak tahun 1996 silam sampai sekarang belum pernah memenangkan trofi Liga Champions Eropa lagi. Meski kualitas mereka belum teruji dengan menjadi juara, namun tim arahan Max Allegri diklaim memiliki level yang sama dengan dua raksasa Eropa, Real madrid dan Barcelona.

Terakhir kali Bianconneri mencapai babak final Liga Champions Eropa adalah di tahun 2015 lalu, mereka gagal juara usai dikalahkan Barcelona dengan skor akhir 3-1. Kemudian, pada ajang liga Champions Eropa musim lalu, Bianconneri tersingkir di babak 16 besar oleh Bayern Munchen.

Dengan belum pernah menjuarai Trofi UCL, mereka dianggap belum sekelas dengan Barca atau Madrid. Namun demikian, Pelatih Legendaris asal Italia, Marcelo Lippi menganggap Bianconneri selevel dengan kedua raksasa Eropa tersebut, juga Bayern Munchen.

“Tim ini telah berkembang dengan sangat pesat dan terlihat sangat percaya diri. Dominasi mereka di Italia sungguh eksepsional, namun mereka juga harus berkembang di level internasional,”

“Mereka kini selevel dengan Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munich. Tim-tim tersebut sudah tidak lagi menjadi momok menakutkan bagi Juventus seperti dua atau tiga tahun yang lalu.”

“Sejauh ini, faktanya, ketiga klub tersebut belum pernah berhadapan dengan tim yang memiliki level bertahan solid seperti Juventus. Selain itu, Juventus juga semakin berkembang, terutama lini depan mereka, dengan kedatangan sejumlah striker anyar,” kata Lippi kepada Sky Sport Italia.

22 Nov

Bermain Perdana Musim ini, Yaya Sumbangkan Dua Gol

Yaya Toure, manchester City, Crystal Palace, epl 2016. premier league, crytal palace vs manchester city

Yaya-Toure – Manchester City

Tanggal 19 November 2016 kemarin Manchester City bertanding melawan Crystal Palace dalam ajang lanjutan Premier League putaran ke 12. Dalam bertandingan yang diadakan di markas Crystal, Selhurst Park,  The Citizens berhasil membawa tiga poin dengan kemenangan tipis 1-2. Kali ini kedua gol disumbangkan oleh Yaya Toure, walau sempat dibalas oleh Connor Wickham

Dalam pertandingan kali ini cukup menarik bagi City karena mereka tak diperkuat oleh Ilkay Gundogan dan John Stones. Dan dalam pertandingan tersebut mereka memasang Yaya Toure sebagai gelandang serang untuk membantu Aguero, dan itulah gol pertama kali Toure bertanding dalam pertandingan musim ini.

Walaupun City lebih menguasai permainan namun Crystal Palace membuat mereka kesulitan menembus pertahanannya. Mereka baru memiliki celah dan kesempatan emas saat pertandingan sudah berjalan 30 menit. Pada menit ke-33 Aleksandar Kolarov sempat mengirim umpan silang ke dalam kotak penalti. Namun umpan tersebut gagal dieksekusi oleh Sergio Aguero dengan baik.

Sepertinya City sudah mulai sedikit mendapat celah pertahanan lawan. Setelah gagalnya Aguero, City berusaha menggasak lagi pertahanan tuan rumah. Dan pada menit ke-39 hal tersebut membuahkan hasil. Setelah melakukan umpan satu dua dengan Nolito, Yaya Toure berhasil melayangkan si kulit bundar ke gawang yang dijaga oelh Wayne Hennessey, kiper Palace. Skor 1-0 untuk keunggulan City. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Palace mencoba untuk lebih agresif menyerang.  Dan pada menit ke-56, mereka hampir berhasil menyamakan kedudukan. Jason Puncheon yang melaju ke kotak penalti memberikan umpan silang kepada Christian Benteke, untungnya sundulan Benteke mampu ditepis oleh Claudio Bravo. Bola liar tersebut jatuh ke kaki Wilfried Zaha akan tetapi saat menendangnya bolanya melebar dari sasaran.

Berhasilnya menjebol pertahanan City membuat Palace terus melanjutkan usahanya nebekan pertahanan City. Beberapa peluang pun mampu mereka ciptakan melalui upaya dari Benteke, Pucheon dan juga Zaha. Untungnya tak ada yang mampu menembus pertahanan Bravo.

Sayangnya pada menit ke-66, Palace berhasil membuat serangan balik. Zaha berhasil memberikan umpan kepada Wickham dan langsung ditembakan ke gawang City. Sayangnya Bravo tak mampu menahannya. Angka berubah menjadi 1-1.

Keberhasilan menyamakan angka tersebut membuat para pemain Palace semakin bersemangat menjebol pertahanan The Citizens. Namun untungnya, tetap memegang kendali dan pada menit ke-83 Yaya Toure kembali mengukir namanya di penampilan perdana di Premier League. Ia berhasil menerima umpan dari Kevin de Bruyne yang mengeksekusi tendangan sudut dan menyarangkannya ke perut gawang Crystal.

Akhirnya sampai peluit babak kedua dibunyikan, skor masih sama 1-2 untuk kemenangan City. Mereka memiliki poin yang sama dengan Arsenal, namun City hanya kalah jumlah gol yang dihasilkan.

16 Nov

Nasri Tetap Pergi Dari City, Walau Pelatih Menghalangi

Samir Nasri, Premier League, Manchester City, Pep Guardiola, epl 2016, Sevilla

Nasri Tanda Tangan Kontrak dengan Sevilla

Samir Nasri tak lagi menunjukan performanya pada musim ini untuk membela Manchester City. Sebelumnya pemain berusia 29 tahun itu pernah singgah lama di Marseille dari 2004 sampai 2008 selama empat tahun dan kemudian Ia sempat membela Arsenal selama tiga tahun dari tahun 2008 sampai 2011.

Namun akhirnya pemain gelandang serang yang telah membela City sejak tahun 2011, kini ia pindah untuk sementara ke klub liga Spanyol, Sevilla dengan status pinjaman. Namun bukan karena tugas dari klub melainkan permintaan dia sendiri.

Nasri merasa bahwa saat klubnya diasuh oleh Guardiola, Ia tidak akan mendapat banyak kesempatan untuk merumput bersama timnya jika Ia tetap terus bertahan di Etihad musim ini. Itulah alasannya mengapa Ia pindah dari City meski hanya status pinjaman.

Guardiola memang baru masuk musim ini, dan Nasri juga sempat sempat dilatih olehnya. Namun melihat strategi dari Guardiola akhirnya Ia mencoba peruntungan di klub lain untuk mengasah kemampuannya. Dan akhir Agustus musim ini resmi membela Sevilla.

Sebelum Ia memutuskan untuk pergi dari City, Ia sempat mengalami adu pendapat dengan sang pelatih. Dan sang pemain pun mengakui bahwa Guardiola sempat membujuknya untuk tetap berada membela The Citizen. Apalagi sang pelatih tak suka dirinya harus bemain di klub sekelas Sevilla padahal Sevilla berada diperingkat ke 5 dalam klasemen kompetisi Liga Spanyol dalam sebelas kali pertandingan sampai pekan ini.

Nasri membeberkan kepada L’Equipe, “Guardiola bilang kondisi saya amat buruk (di awal musim panas lalu), dia mengatakan itu beberapa kali. Saya memang sedikit kurang bugar. Tidak seperti yang mereka katakan, namun memang kelebihan beberapa kilo. Bagi Guardiola, kelebihan 2,5 kilo dan anda tidak akan berlatih di tim,”.

Kemudian Ia melanjutkan, “Guardiola mengatakan bahwa dengan kualitas saya, saya harusnya tidak ada di Manchester City, tapi di Barcelona. Kami kemudian bicara, dia ingin saya bertahan dan bermain untuknya. Saya bilang tidak, karena dia tidak bisa memastikan tempat untuk saya di tim utama dan saya ingin bermain. Namun Dia mengatakan pada saya bahwa saya membuat kesalahan.”

Meskipun telah ditahan akhirnya Nasri tetap pergi karena posisinya di Manchester City tak pasti. Setelah pindah ke Sevilla, Ia telah berhasil menyumbangkan dua buah gol dari delapan kali penampilannya dalam kompetisi Liga Spanyol. Gol tersebut Ia hasilkan pada saat Ia memberikan kemenangan Sevilla melawan Leganes dan juga saat memperkecil kekalahan melawan Athletico Bilbao.

11 Nov

Pemain City Senang Latihan Dengan Guardiola

Pep guardiola, training Manchester CIty, Manchester City, premier league,

Pep Guardiola Training

Saat ini banyak pemain Manchester City yang merasa senang dikomandoi oleh Pep Guardiola, baik pemain baru maupun yang sudah lama. Contohnya saja adalah Nolito. Ia sempat mengatakan bahwa dirinya telah membuat keputusan yang benar pada bursa transfer musim panas lalu karena telah memilih Manchester City sebagai tempat bernaung.

Sebelumnya pemain yang berusia 30 tahun itu memang sempat dihubungkan dengan sejumlah tim papan atas, bahkan sempat menolak saat ingin dikontrak oleh Barcelona, dan lebih memilih berada di Etihad.

Terbukti mantan pemain Celta Vigoitu sudah menyumbangkan lima gol dari 15 kali penampilan di tim barunya. Ia juga telah diundang untuk dapat bergabung membela timnas Spanyol menjelang ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018.

Namun bagaimana dengan Sergio Aguero, Striker City yang sedang diisukan akan direkrut oleh Real Madrid? Apalagi Ia dikabarkan tidak cocok dengan gaya melatihnya Guardiola dan sempat cekcok dengannya.

Isu tersebut menjamur karena Aguero dalam beberapa pertandingan terakhir tidak dimasukkan kedalam pemain starter City, salah satunya pada saat The Citizens menghadapi Barcelona.

Setelah diklarifikasi, Aguero menampiknya. Ia merasa tak ada masalah dengan pelatihnya saat ini dan Guardiola pun juga demikian. Malah menurutnya, sang pelatih selalu membantunya dalam memberikan nasihat. Ia merasa lebih baik di Manchester City terutama dengan kehadiran Guardiola.

“Guardiola mengatakan pada saya untuk tidak terlalu memperhatikan apa yang ia katakan. Ia membuat saya fokus untuk menang. Di beberapa bulan terakhir, pemikiran saya banyak berubah. Usai pertandingan melawan Paraguay, emosi saya amat buruk. Guardiola banyak membantu saya.”

Bacary Sagna juga merasa senang dengan pelatih barunya. Pemain bertahan City itu, baru baru ini merasa bahwa dirinya sudah siap kembali merumput saat menghadapi Crystal Palace dalam pertandingan Premier League besok. Sagna memang sempat tidak dapat membela City beberapa pekan karena mengalami cedera hamstring saat membela Prancis melawan Bulgaria pada 7 Oktober. Namun setelah Ia pulih, Ia kembali berlatih bersama tim dan memilih tidak membela tim nasional.

Selama Sagna memulihkan diri, City agak sedikit mengalami kendala dalam lini belakang. Mereka kehilangan turun dua peringkat dari puncak klasemen sementara dan digantikan oleh oleh Liverpool Namun kembalinya Sagna tentu akan menjadi sangat membantu City dalam bertahan.

08 Nov

Imbang Lawan Middlebrough, City Turun Dua Peringkat

Manchester City. Middlebrough

Sergio Aguero pencetak angka melawan Middlesbrough

Dalam ajang kompetisi lanjutan Premier League putaran ke 11, kali ini Manchester City menjamu Middlesbrough di Etihad Stadium. Namun hari Sabtu tanggal 5 November 2016 itu sepertinya City kurang beruntung padahal mereka sempat unggul hingga menit ke 90, hanya saja pada saat injury time Middlesbrough sanggup memanfaatkan waktu dengan baik dan City lengah sehingga gawang mereka terkoyak dan mereka harus merelakan berbagi poin dengan sang tamu.
Memang dalam pertandingan tersebut, tim asuhan dari Pep Guardiola sangat mendominasi pertandingan, bahkan tercatat dibabak pertama mereka menguasai bola hampir sekitar 80 %. Berbagai upaya dalam menyarangkan bola ke gawang Middlesbrough terus dilakukan namun Victor Valdes sepertinya cukup tangguh untuk dapat menyelamatkan gawangnya. Yang menariknya lagi, mereka mampu membuat sang tamu tak sanggup untuk menyentuh gawangnya.
Namun semua serangan City berhasil diredam. Untungnya sebelum babak pertama usai mereka mampu mengubah angka pada papan skor. Kevin De Bruyne memberikan umpan silang yang melambung ke tengah kotak penalti dan disaat yang tepat, Sergio Aguero, menyambutnya dan menembakkan dengan cepat hingga Valdes tak sanggup untuk menghalaninya. Skor menjadi 1-0 hingga babak pertama selesai.
Kemudian pada babak kedua, terlihat perubahan strategi dari Middlesbrough. Mereka mulai ada perlawanan walau tetap saja masih didominasi oleh City. Formasi 4-1-4-1 yang diberikan Guardiola spertinya cukup menyulitkan mereka untuk menggetarkan gawangnya.
Serangan City tetap selalu dapat diredam oleh pemain lawan sampai menit 90. Namun apa yang terjadi pada saat injury time, Marten de Roon berhasil menanduk umpan lambung yang diberikan oleh George Friend dalam jarak dekat sehingga Claudio Bravo tak mampu menghentikannya. Dan skor menjadi imbang 1-1.
Tentu saja sang pelatih sangat kecewa mengingat kemenangan sudah didepan mata namun berhasil digagalkan. Ia mengungkapkan kepada Daily Star “Hasil ini sangat menyedihkan. Kami melakukan banyak hal yang bagus dan kami mencoba untuk memenangkan pertandingan. Namun ketika kami membuang peluang tersebut, kami harus menerimanya namun liga masih panjang”.
Dengan hasil pertandingan ini, sayangnya membuat mereka harus turun peringkat dari posisi pertama menjadi peringkat tiga dan diambil alih oleh Liverpool.

03 Nov

City Kalahkan Barcelona 3-1

Manchester City vs Barcelona, Manchester City, Barcelona, Champions League, Liga Champions. pep guardiola, Ilkay Gundogan

Man City Merayakan kemenangan saat melawan Barcelona

Kemarin tanggal 2 November 2016 Manchester City melanjutkan ajang kompetisi Liga Champions UEFA dan kali ini mereka harus menghadapi kehebatan dari Liga tetangga Spanyol yaitu, Barcelona. Dalam laga tersebut The Citizen berhasil membalaskan kekalahannya yang sebelumnya dilakukan oleh Barcelona beberapa waktu yang lalu. Kali ini mereka membalasnya dengan skor 3-1 di Etihad Stadium.

Lawan City kali ini agak lebih berat dibandingkan biasanya karena klub yang mereka lawan memiliki pemain beerapa mega bintang sepak bola Spanyol yaitu Trio MSN (Messi, Suarez dan Neymar). Tentunya mereka bukan lawan yang mudah untuk ditaklukan terutama saat melihat data, Barca memiliki materi pemain yang jempolan.

Pada saat pluit babak pertama ditiup, pemain Barcelona langsung menggasak City dan cenderung mendominasi permainan. Barca juga sangat agresif di sepertiga akhir lapangan, sehingga membuat pertahanan City menjadi kewalahan. Untunglah tim asuhan Guardiola mampu menemukan momentum dalam permainan mereka dan akhirnya bisa berbalik memberi ancamanan.

Saat City menguasai permainan, pada menit ke-20 Barcelona malah berhasil mencetak gol lewat tendangan Lionel Messi melalui skema serangan balik. Bola hasil serangan City yang gagal dibawa Neymar berlari hampir sepanjang lapangan, ia umpankan kepada Messi dan melepas tembakan yang bersarang ke perut gawang Wilfredo Caballero. Skor menjadi 0-1.

Untunglah Manchester City mampu menyamakan kedudukan di menit ke-39. Sergio Aguero mengirim umpan kepada Sterling dan kemudian pemain sayap asal inggris itupun kemudian melepas umpan silang dan diselesaikan dengan mudah oleh Ilkay Gundogan sehingga skor menjadi 1-1 hingga babak pertama berakhir.

Setelah turun minum, pasukan dari Guardiola mampu menguasai permainan. Pada menit ke 51, Kevin De Bruyne melepaskan tendangan sempurna dari bola mati yaitu dari tendangan bebas, didepan kotak penalti. Dan tanpa disangka bola tersebut menggetarkan gawang barcelona dan tak mampu dibendung Ter Stegen. Skor menjadi 2-1.

Serangan demi serangan saling diberikan oleh kedua tim, namun City berhasil membuktikan ketajaman mereka dimenit ke 74. Sekali lagi Gundogan berhasil menyumbangkan gol keduanya lewat strategi yang hampir sama dengan gol pertamanya. Ia mendapat umpan silang sempurna, Gundogan menyelesaikannya dengan tap in dari jarak dekat. Skor menjadi 3-1 dan sampai babak kedua selesai tak adan perubahan angka lagi dari kedua tim.

Memenangkan pertandingan terhadap Barcelona adalah hal yang langka apalagi sampai dapat menjebolnya sebanyak 3 kali. Tentunya kemenangan ini dapat membuat mereka percaya diri dan berguna untuk melawan tim lainnya di negerinya sendiri dalam kompetisi Premier League.